Selalu Pakai Sorban dan Peci

    0
    245

    Dalam dunia seni Islam, kita kenal dengan seni musik sarofal anam. Tapi kalau santri yang satu ini bukan cabang seni, melainkan nama aslinya : Syahrofal Yasum.

    Anak pertama dari 3 bersaudara ini biasa dipanggil Sarofal. Ciri khasnya, putra kelahiran 22 Juli 2000 ini dalam keseharian mengenakan sorban yang dililitkan di kepalanya dengan kombinasi peci.

    Hanya sesekali saja putra asli Ranau OKU Selatan ini melepas sorban dan pecinya. Bahkan saat main bola, atau keluar Rumah Tahfidz sekalipun, sorban dan peci tak lepas dari kepalanya.

    “Pakai peci, sarung dan sorban supaya orang bisa membedakan, mana santri dan mana yang bukan, apalagi kalau kita sedang di luar Rumah Tahfidz,” ujarnya.

    Putra dari pasangan Marsani dan Samah (alm) ini sejak tahun 2011 sudah kehilangan ibunya. Meski berat, tapi Sarofal dan keluarga harus merelakan Samah untuk kembali keharibaan Ilahi, padahal kali itu usia Sarofal baru umur 11 tahun. Tapi apa boleh di kata, semua harus menerima takdir, termasuk Sarofal yang kini harus kehilangan belaian kasih dari seorang ibu.

    Tiga tahun sudah ia tinggal di Rumah Tahfidz ini. Kini, Sarofal sudah hafal 2 juz ditambah juz 30 Al-quran. “Mohon doanya dari semua,” kata Sarofal yang bercita-cita ingin menjadi pengusaha yang hafal Al-quran.

    Sarofal juga menyampaikan salam hormat dan mendoakan kepada para dermawan, donatur juga warga yang telah membantu Rumah Tahfdz, baik materi atau non materi.

    “Kepada para donatur yang belum membantu, kami juga selalu doakan semoga limpahan rezkinya akan terus mengalir dan mendapat keberkahan dari Allah Swt, untuk kemudian bersedia berbagi dengan kami,” ujarnya.**