Sejak SD Sudah Jadi Guru Ngaji

    0
    157

    Usia boleh muda. Bahkan masih di usia anak-anak. Tapi soal kualitas membaca Al-quran santri asal Babatoman Kabupaten Musi Banyuasin ini boleh dicoba. Sebab sejak kelas II SD, putra dari psangan Nasution dan Nurlaili ini sudah bisa baca Al-quran.

    Wajar saja kalau kemudian, santri yang punya nama lengkap Kurnaini ini sejak kelas VI SD sudah dipercaya mengajar mengaji di Taman Pendidikan Al-Quran di kampungnya, Babatoman.

    Karena sejak kecil pandai mengaji, santri yang kini berusia 15 tahun ini bercita-cita menjadi seorang da’i dan penghafal Al-quran. “Cita-cita saya menjadi seorang da’i yang pandai berceramah dan hafal Al-quran,” ujarnya.

    Meski sejak duduk di bangku SMP ibunya sudah meninggal, tapi semangatnya ingin masuk pesantren begitu kuat. Katanya, niat masuk ke pesantren sudah muncul ketika Kurnaini masih kecil. “Saya memang sudah punya keinginan masuk pesantren sejak kelas satu SD,” tambahnya.

    Ceritanya masuk ke Rumah Tahfidz, Kurnaini diajak Ustadz Ali Sudarmono, salah satu ustadz yang kenal baik dengan Ustadz Ahmad Fauzan Yayan, Pimpinan pesantren Tahfidz Kiai Marogan Palembang.

    Saat ditawari ke Rumah Tahfidz ini, di benak Kurnaini langsung terbayang tentang pesantren. “Yang saya tahu, Rumah Tahfidz seperti pesantren yang mengajari saya mengaji, berceramah dan menggali ilmu agama,” katanya.

    “Karena sejak kecil saya inginmasuk pesantren, saya langsung tertarik saat saya diajak ke Rumah Tahfidz ini,” ujar santri yang kini sudah hafal 5 juz dan juz 30 (juz amma) serta surah lainnya. Diantaranya : Suroh Al-waqiah, Tabarok dan Ar-Rahman.

    Dari lubuk hati terdalam, santri yang biasa dipanggil Kur ini bermohon kepada Allah Swt agar semua pihak mendukung, terutama doa dari orang tuanya.

    Selain itu, Kur juga berharap kepada para donatur untuk berkenan membantu santri di Rumah Tahfidz ini. “Kami disini kan tidak bayar, makanya kalau ada bantuan ya bisa menjadi lebih ringan,” ujarnya.**