Sejak SD Ingin Masuk Pesantren

    0
    202

    Kalau bicara dan mengaji, santri yang satu ini suaranya agak unik. Kalau meminjam istilah dalam media elektronik : radio, suara santri yang punya nama lengkap Angga Saputra ini, tidak masuk dalam bass atau juga trible.

    Tapi santri yang lahir di Sekayu 14 April 2002 ini memiliki suara unik. Setiap kali bicara akan terdeteksi kalau suara itu berasal dari putra pasangan Harun dan Rusmala.

    Belajar di Rumah Tahfidz, anak ke-empat dari 4 bersaudara ini sejak 2016 sampai sekarang. “Kalau dihitung-hitung, saya baru 6 bulan lebih di Rumah Tahfidz ini,” katanya.

    Dalam perbincangan santai, santri yang akrab dipanggil Angga ini merasa senang bisa belajar di Rumah Tahfidz. Apalagi, sejak kecil Angga memang sudah ingin sekolah di pesantren. “Waktu itu saya masih SD. Saya melihat teman-teman saya masuk pesantren. Saya lihat mereka sepertinya senang dan pintar mengaji, makanya saya tertarik,” kisahnya.

    Sejak itulah, hati Angga terpaut pesantren. Kuatnya mondok di pesantren karena cita-cita Angga memang ini menjadi ustadz. “Cita-cita saya ingin menjadi ustadz, makanya saya senang belajar di Rumah Tahfidz ini,” ujarnya.

    Tak lupa, Angga yang saat ini sedang belajar mengafal dan memperbaiki tajwid (makhorijul huruf) Al-quran mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama para donatur, para dermawan yang sudah menyumbang dan membantu di Rumah Tahfidz.

    “Kami sampaikan doa, semoga keberkahan selalu menyertai bapak dan ibu donatur. Bagi yang belum kami bermohon kepada Allah agar segera dibukakan hatinya untuk berbagi,”harapnya.**