Sebelum masuk Rumah Tahfidz, tanya-tanya dulu

    0
    184

    Sejak kelas IV (empat) SD, pemilik nama lengkap Raden Muhammad Rafiudin ini sudah punya keinginan masuk pesantren. Tapi kali itu, putra asli Palembang ini belum mengetahui hendak ke mana pesantren yang akan dituju.

    Gayungpun bersambut. Di tengah pencarian pesantren, Masdiah–ibu kandung santri yang biasa dipanggil Rafi ini mendapat informasi dari Ibunya Udin (Achmad Tajudin), salah satu santri yang sudah lebih dulu nyantri di Rumah Tahfidz.

    Tak mau membuat anaknya kecewa, putra ke-2 dari 3 bersaudara ini datang lebih dulu ke Rumah Tahfidz ini bersama Masdiah. Tak lain, santri yang kini berumur 12 tahun ini untuk melihat lokasi belajar anaknya. Kali itulah, Rafi kemudian mencari informasi dari Udin, santri yang sudah lebih dulu di Rumah Tahfidz.

    “Saya tanya sama Kak Udin : Kak, disini enak nggak belajarnya?” ujar Rafi mengisahkan dirinya saat bertemu dengan Udin. “Enak,” kata Kak Udin waktu itu.

    Tanpa berpikir panjang, Rafi kemudian diantar ibunya ke Rumah Tahfidz ini. Sampai sekarang Rafi sudah 7 bulan lebih di lembaga ini.

    Saat ini, putra dari pasangan Raden Muhammad dan Masdiah ini sedang terus belajar membaca dan menghafal Al-quran, agar cita-citanya menjadi tentara yang hafal Al-quran bisa terwujud. “Mohon doanya, Amiin Ya Robbal Alamiin,” kata santri kelahiran Palembang 21 Juni 2004.