Jadi Dokter yang Hafal Al-Quran

    0
    211

    Penampilannya cenderung pendiam. Dingin. Tapi tetap mudah akrab dengan santri lainnya. Kalau soal pakaian, santri bernama lengkap Muhammad Hafidz Airon ini selalu tampil rapi, apalagi setelah mandi.

    Ciri khasnya mengenakan baju koko, pakai sorban dililit di kepalanya. Tak menyangka kalau sulung dari pasangan Airon dan Putri ini baru 3 bulan belajar di Rumah Tahfidz. Saat ini anak pertama dari 2 saudara ini baru belajar membaca Al-quran (iqra-II) dan menghafal Suroh Al-Waqiah dan An-Naas.

    Santri yang akrab dipanggil Hafidz ini, umurnya baru 9 tahun. Putra asli Sekayu Musi Banyuasin ini bercita-cita ingin menjadi dokter yang hafal Al-quran. “Kalau jadi dokter, saya bisa mengobati orang lain. Tapi ingin jadi dokter yang hafal Al-quran,” ujarnya saat dibincangi di sela-sela bermain di Rumah Tahfidz.

    Kalau soal makan, Hafidz tak pilih-pilih, baik pedas atau manis. Hampir semua sayuran dilahap habis, kecuali terong. “Tapi yang paling hobi, saya makan mie,” katanya.

    Kepada para dermawan yang sudah menyumbang di Rumah Tahfidz ini, Hafidz juga mendokan : semoga para donatur mendapat limpahan rizki dunia akhirat dari Allah Swt yang halalan thoyyiban (halal dan baik).

    Bagi para dermawan yang belum membantu, Hafidz juga tetap mendoakan, semoga Allah segera memberi jalan terang pada hatinya, agar mereka mau berbagi kepada santri-santri di Rumah Tahfidz ini.**