Ingin Jadi Pemain Sepak Bola

    0
    162

    Santri yang satu ini, sejak awal tidak mengetahui tentang Rumah Tahfidz. Tapi kata pemilik nama lengkap Defi Salendra ini, dalam pikirannya Rumah Tahfidz mirip dengan pesantren.

    Dan benar saja, memang di Rumah Tahfidz santri kelahiran 5 Agustus 1999 ini dididik sebagaimana di pesantren bersama santri lainnya. Tapi fokusnya menghafal Al-quran. Namanya juga Rumah Tahfidz.

    Setiap ba’da shubuh dan ashar, atau pukul 14.00-16.00 semua santri wajib setor hafalan ke ustadz yang membimbing. Bagi santri yang bacaannya belum bagus, misalnya tajwidnya belum baik, makhorijul hurufnya masih belum maksimal, mereka berkewajiban mengaji tahsin dulu dengan ustadz dan ustadzah pembimbing.

    Untungnya, santri yang akrab dipanggil Defi ini, sudah sejak dulu ingin masuk pesantren. Jadi wajar kalau Defi yang kini berusia 17 tahun langsung tertarik saat ditawari dan diasramakan di Rumah Tahfidz ini.

    Putra dari pasangan Baharudin dan Rusmilana ini putra asli dari Sumber Mulia OKU Selatan. Di Rumah Tahfidz, Defi sudah belajar selama 3,5 tahun. Dan saat ini sudah hafal 10 juz ditambah juz 30 yang juga sudah rampung diselesaikan.

    Kesehariannya tak lepas dari hafalan Al-quran, namun cita-citanya ingin menjadi pemain bola. Saking hobinya main sepak bola, Defi juga tertarik saat santri lainnya mengajak sumbangan untuk membeli bola. “Kalau cita-cita saya ingin jadi pemain bola, tapi yang hafal Al-quran,” ujarnya.

    Agar tujuan dan cita-citanya tercapai, Defi juga mohon doa, terutama dari kedua orangtuanya, dari para ustadz dan ustadzah-nya dan para donatur yang sudah membantu di Rumah Tafidz ini.

    “Semoga apa yang sudah dilakukan dan diberikan untuk kami, dapat balasan dari Allah Swt. Amin Ya Robbal alaaaminn,” ujarnya mengakhiri wawancara.**