Bercita-Cita Ingin Jadi Polisi

    0
    183

    Warna kulitnya sawo matang. Sekilas santri satu ini pendiam. Tapi ternyata santri bernama lengkap Muhammad Akbar ini mudah diajak berkomunikasi.

    Santri yang akrab dipanggil Akbar ini berasal dari Kertapati Palembang. Putra pasangan Muhammad Nasrullah (alm) dan Mei Yanti ini lahir di Palembang, pada 2 Juli 2003. Umurnya saat ini baru 14 tahun.

    Sebelum di Rumah Tahfidz Akbar pernah mengenyam pendidikan di Pesantren Darul Aitam : salah satu lembaga pendidikan berbasis agama di Palembang.

    Tapi setelah ayahnya meninggal, Akbar kemudian memutuskan berhenti sekolah dan melanjutkan belajar di Rumah Tahfidz ini.

    Karena pernah di lembaga pendidikan formal berbasis agama islam, Akbar sudah kenal dengan istilah Rumah Tahfidz. Wajar, latar belakangnya sudah akrab dengan dunia pesantren. Di sekolah sebelumnya, istilah : tahfidz pernah di dengar.

    “Waktu di Pesantren ada tahfidz juga, jadi saya memang sudah tahu kalau rumah tahfidz adalah tempat santri calon penghafal al-quran,” katanya.

    Terhitung sampai Januari tahun 2017, Akbar baru 6 bulan belajar di Rumah Tahfidz ini. Di lembaga ini, Akbar tinggal bersama dua adik : Qodri (8 tahun) dan Aliya (6 tahun) yang tinggal di Rumah Tahfidz Qurrota Aini, yang khusus untuk santriwati.

    “Kalau Qodri sekarang tinggal bersama saya di Rumah Tahfidz Rahmat ini. Kalau Aliya, tinggal di Rumah Tahfidz Qurrota Aini Poligon, yang khusus santri perempuan,” ujarnya.

    Sebagai santri, ada harapan yang membersit dalam diri Akbar. Katanya selain ingin menjadi penghafal Al-quran, Akbar ingin jadi polisi. “Saya ingin jadi polisi yang hafal Al-quran,” katanya.

    Tak heran jika Akbar mohon doa dan dukungan dari para semua pihak, terutama dari ibunya, juga pada dermawan agar cita-citanya bisa tercapai.**