Surah Yasiin Full

“Infaq dan Sodakoh yang dilakukan kepada anak yatim-dhu’afa, masjid, mushola, panti asuhan dan rumah tahfidz, sejatinya para donatur sedang membantu dirinya sendiri, untuk membersihkan sebagian hartanya dari dosa.”

Imron Supriyadi, Pengasuh Ponpes Rumah Tahfidz Rahmat

KabarSANTRI | PALEMBANG — Para donatur yang selama ini mengeluarkan sebagian hartanya untuk masjid, mushola, panti asuhan, rumah tahfidz, atau kepada yatim-dhuafa selalu dibahasakan, mereka (para donatur) sedang membantu anak yatim-dhuafa, mushola, masjid dan sejenisnya.

Cara pandang ini dimata dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang Imron Supriyadi, S. Ag, M. Hum, merupakan hal yang mesti diluruskan.

para donatur dan dermawan

Sebab dengan kalimat itu (para donatur membantu-red) ini, posisi anak yatim, masjid, mushola, panti asuhan dan sejenisnya dikesankan berada di bawah para donatur dan dermawan. Kalau masjid, mushola, anak yatim-dhuafa, rumah tahfidz yang dibantu, artinya lembaga ini dipaksa menjadi sub-ordinat-nya (bawahan) para donatur.

“Memang apa ada jaminan, para donatur di mata Allah lebih mulia posisinya dari pada para penghafal Quran dan Anak yatim? Belum tentulah! Justeru mereka yang sedang dimuiakan oleh anak yatim dan para penghafal quran!, jadi jangan latah!” tegasnya.

membantu dirinya sendiri

Lebih lanjut, alumnus Pondok Pesantren Modern Isam As-Salaam (PPMIA) Surakarta ini menyebutkan, disaat para donatur dan para dermawan memberi infak dan sodakohnya kepada masjid, mushola, panti asuhan, rumah tahfidz dan lainnya, sejatinya mereka (para donatur) sedang membantu dirinya sendiri untuk bekal amal jariayah di akhirat.

Tapi faktanya, selama ini terbalik. Para doantur dan para dermawanlah yang selalu disebut membantu anak yatim-dhuafa, masjid, mushola dan panti asuhan. Padahal, mereka itu (para donatur) sedang dibantu, atau diberi ruang untuk berbuat baik (beramal jariyah) untuk bekal di akhirat.

“Jadi bahasanya jangan membantu anak yatim-dhuafa, tetapi : alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih, karena anak yatim, masjid, mushola dan rumah tahfidz sudah membantu kami untuk berbuat baik, agar kelak kami mendapat amal jariyah di akhirat,” ujar pelaku sastra di Palembang ini yang juga mengelola Rumah Tahfidz Rahmat Palembang ini.

melihat dari sisi tampilan kulit

Jadi pilihan kata “membantu yatim-dhuafa” selama ini salah kaprah. Mengapa hal ini terjadi, karena sebagian kita hanya melihat hal itu secara fisik. Mereka melihat dari sisi tampilan kulit, gestur tubuh (gerak tubuh), bukan dari sisi batiniyahnya.

“Secara tekstual (fisik), memang para donatur yang memberi bantuan, tetapi inter-teksnya, atau pada hakikatnya, anak yatim-dhuafa, rumah tahfidz, masjid, mushola dan panti asuhan-lah yang sudah membantu para donatur, untuk membersihkan sebagian harta yang dimiliki, jadi jangan dibalik!” ujarnya.

Open Donasi Rumah Tahfidz Rahmat

Beriring dengan itu, sebagai upaya peningkatan kualitas fasilitas, sarana dan prasarana santri, di Rumah Tahfidz Rahmat Palembang, tengah melakukukan renovasi asrama dan sarana santri. Diantaranya perbaikan dapur, kamar santri dan bak penampungan air.Hal ini dilakukan, setelah sebelumnya lembaga yang dipimpinnya menyelesaikan renovasi lantai mushola dan atap yang bocor.

“Bulan lalu kita sudah selesaikan lantai mushola dan atap yang bocor. Sekarang kita sedang melakukan perbaikan kamar santri, penampungan air dan fasilitas lainnya,” ujar Imron saat dijumpai di kediamannya di Jalan Seruni No. 123 Palembang, belum lama ini (19 September 2021).

Sehubungan dengan hal itu, Rumah Tahfidz Rahmat membuka donasi kepada siapa saja yang berkenan ikut berinvestasi di akhirat untuk ikut serta dalam renovasi ini.

“Intinya, kami sedang mengajak para donatur untuk melakukan investasi akhirat. Bukan kita yang meminta bantuan kepada para donatur, tetapi sebaliknya, kami sedang mengajak para donatur yang berkenan untuk bersedia membantu dirinya sendiri melalui Rumah Tahfidz, mushola, masjid, panti asihan dan anak yatim-dhuafa. Sebab infaq sodakoh itu untuk amal jariyahnya terkembali kepada para donatur, kelak setelah mereka di akhirat,” tegasnya.**

TEKS : KABARSUMATERA.COM/AHMAD MAULANA

DONASI DAPAT DISALURKAN MELALUI
BANK BRI CABANG POLYGON :

Nomor REKENING :
= 7017-0100-6430-53-4
atas nama : RUMAH TAHFIDZ RAHMAT

WA : 0812-8171-2933 An. Ustadzah Putri

LEAVE A REPLY