Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Universitas Lampung dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Se-Provinsi Lampung. (Foto: NU Online/Faizin)

KabarSANTRI  | Bandarlampung — Saat ini para santri di Lampung memiliki peluang yang tinggi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi favorit melalui Jalur Prestasi Khusus. Universitas lampung (Unila) kini telah membuka jalur pendaftaran mandiri prestasi khusus bidang keagamaan bagi santri.

Bukan hanya yang hafidz Al-Quran, para santri yang hafal minimal 500 bait Kitab Alfiyah Ibnu Malik juga bisa ikut jalur ini.   Kitab Alfiyah sendiri merupakan kitab khas pesantren Nahdlatul Ulama yang berbentuk pantun sebanyak 1.000 bait tentang segala serba-serbi nahwu-sharaf atau gramatika dalam bahasa Arab.

Biasanya, bait-bait Alfiyah ini dibaca sambil diiringi irama-irama tertentu di pesantren. Irama-irama didendangkan sebagai bagian dari cara atau metode pesantren agar ribuan bait Alfiyah dapat mudah dihafal oleh santri.  

Terobosan baru untuk memberi kesempatan bagi santri ini dikatakan Rektor Unila Prof Aom Karomani saat melakukan kerjasama antara Universitas Lampung dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Se-Provinsi Lampung.

Kerjasama yang diwujudkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman ini yang disaksikan langsung Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj di Aula Rektorat Unila, Kamis (21/10).  

Pada kesempatan tersebut, Prof Aom mengatakan bahwa kerjasama antara Unila dengan PCNU se-Lampung ini diharapkan akan lebih memaksimalkan penyelenggaraan pendidikan, pelatihan, pengkajian, penelitian, dan pengembangan kelembagaan pesantren yang selama ini sudah dilakukan dengan sejumlah pesantren di Lampung.

“Saat ini beberapa santri hafidz Al-Quran sudah ada yang kuliah di kedokteran. Ini kita padukan dengan santri yang kuliah di jurusan farmasi. Sehingga ketika lulus nantinya akan bisa berkolaborasi untuk mengembangkan klinik di pesantren mereka,” jelasnya.

Sementara KH Said menyambut positif langkah yang dilakukan Unila dengan menggandeng PCNU untuk perluasan akses pendidikan bagi pesantren. Ia menjelaskan bahwa pesantren adalah lembaga yang sudah terbukti mampu mencetak sumberdaya manusia yang berkualitas dan memberi kemaslahatan pada agama dan bangsa.

“Di pesantren diajarkan berbagai ilmu. Bukan hanya ta’lim tapi tadris. Tidak hanya teori tapi dipraktikkan. Kiai memberikan tuntunan dan contoh langsung mempraktikkan, mengamalkan agamanya,” jelas Kiai Said. Selain itu lanjut Kiai Said, pesantren NU juga mengajarkan kepada santrinya untuk menjadi sosok-sosok yang moderat dalam beragama.

Mereka diajarkan akhlak dan tata krama yang baik serta jauh dari memiliki hati yang keras. Ia menyebut bahwa pesantren NU tidak ada yang mengajarkan kekerasan. “Tidak ada pesantren NU yang mengajarkan radikalisme, ekstremisme, dan terorisme,” tegasnya.

TEKS/FOTO :  nu.or.id

WA : 0812-8171-2933 An. Ustadzah Putri

LEAVE A REPLY