Foto: 20detik

KabarSANTRI | JAKARTA – PaudQu adalah lembaga pendidikan formal di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Lembaga ini mengenalkan dan mendidik anak Paud dengan Al Quran.

Tujuan dibentuknya PaudQU yakni untuk mengenalkan anak membaca, menulis, tahfidz, dan mengamalkan ayat Al Quran dalam kehidupan sehari-hari. Di PaudQu juga diajarkan antara lain praktik ibadah, doa sehari-hari, dan sejarah Islam.

PaudQu dibentuk berdasarkan SK Dirjen Pendis nomor 91 tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pendidikan Al Quran. Awalnya PauddQu adalah Taman Kanak-kanak Al Quran (TKQ) lalu menjadi PaudQu. Karena itu PaudQu setara dengan Raudatul Athfal (RA) dan Taman Kanak-kanak (TK).

Di Depok, menurut Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kantor Kementerian Agama Kota Depok Akhmad Buhaiti, PaudQu berjumlah 110 lebih. Program pembelajaran dilakukan selama 2 tahun.

“PaudQu memiliki tugas untuk mendekatkan anak-anak pada Al Quran. Untuk mewujudkannya dibutuhkan acuan berupa modul untuk petunjuk guru atau satuan lembaga pendidikan,” ujar Buhaiti kepada detikEdu beberapa waktu lalu dan ditulis Kamis (2/9/2021).

Karena itu Buhaiti menulis buku bertajuk Modul pembelajaran Al Quran PAUDQu Dengan Metode Bismillah atau Baca Tulis Telaah. Buku disusun bersama Cutra Sari, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kota Depok.

Buku Modul Pembelajaran Al Quran PaudQu/Foto: Dok. Cutra Sari

Menurut Cutra, metode Bismillah pada pembelajaran PaudQu yakni anak-anak dimulai dengan pembiasaan. Pembiasaan memulai aktivitas yang sesuai dengan dunia anak-anak.

“Kita pakai fun is learning. Ini cocok-cocok untuk anak-anak,” ujar Cutra saat berbincang dengan detikEdu beberapa waktu lalu.

Menurut Cutra, proses pembelajaran dengan metode Bismillah yakni drill dan labelling. Guru pun mengajar tidak hanya duduk saja, melainkan bisa berekspresi agar anak mengerti.

Rumah Tahfidz

Rumah Tahfidz Quran Adam Hawa/Foto: Dok. Cutra Sari

Selain memberi perhatian pada PaudQu, Cutra juga memiliki Rumah Tahfiz Quran. Rumah Tahfidz Quran yang diberi Adam Hawa ini sudah mendapat izin dari Kemenag Depok.

Rumah tahfidz Quran Adam Hawa berlokasi di Taman Anyelir 3, Cilodong, Depok. RTQ telah terdaftar di Kemenag sejak 2001.

Namun RTQ sudah berdiri sejak 2018. Awal pendirian RTQ yakni Cutra mengajarkan mengaji pada anaknya. Lalu tetangganya menitipkan anaknya untuk mengajar mengaji pada dirinya.

Santrinya, lanjut Cutra berumur sekitar 2 tahun hingga usia sekitar 13 tahun. Jumlah santri di Rumah Tahfidz Quran Adam Hawa kini 25-30 orang.

“Awalnya ada 15-20 murid. Murid-muridnya hanya sekitar sini (rumah) saja. Lalu ada PPKM tidak semua orang tua membolehkan tatap muka. Ada corona delta apalagi. Nah sekarang kita buka lagi,” ucap Cutra.

TEKS : DETIK.COM

WA : 0812-7127-4232

LEAVE A REPLY