Surah Yasiin Full

KabarSANTRI  |  Menjadi sebuah kemulian bagi orang-orang yang menghafal Al-Qur’an yang dapat mengguncangkan hati.

Menghafal Al-Qur’an menjadi sebuah perbuatan mulia yang dilakukan jika dilakukan secara ikhlas.

Firman Allah SWT dalam QS. Fathir ayat 9:

Baca Juga: Doa Setelah Asar di Hari Jumat Mustajab, Ustaz Khalid Basalamah: Agar Nikmat Allah SWT Dipertahankan

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (Al-Qur’an) dan mendirikan salat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerah kan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.”

Rasulullah Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam (SAW) bersabda, “Barangsiapa yang membaca (menghafal) Al-Qur’an, maka sungguh dirinya telah menyamai derajat kenabian hanya saja tidak ada wahyu baginya (penghafal). Tidak pantas bagi penghafal Al-Quran bersama siapa saja yang dia dapati dan tidak melakukan kebodohan terhadap orang yang melakukan kebodohan (selektif dalam bergaul) sementara dalam dirnya terdapat firman Allah.” (HR. Hakim).

Menghafal Al-Qur’an menjadi sebuah tujuan hidup yang dapat menjauhkan dari segala perbuatan tercela dan hal-hal yang akan membawa pada kesengsaraan. Motivasi untuk belajar hingga menghafal Al-Qur’an memberikan banyak manfaat.

Allah SWT memberikan kemudahan dalam hidup bagi orang yang menghafal Al-Qur’an. Ini dituturkan oleh Ustaz Abdul Somad. Lc, MA.

“Ternyata otak manusia yang menghafal Alquran itu senantiasa hangat dan para penghafal Al-Qur’an itu tidak pikun, mudah dia mengingat. Karena ketika dia menghafal Al-Qur’an, dia hafal pojok-pojok Al-Qur’an itu,” ujarnya dalam Youtube Kajian Islam pada Ahad (19/12/2020).

Di dalam Al-Qur’an, terdapat berbagai tujuan hidup yang dapat diterapkan dalam kehidupan dunia dan jalan terbaik untuk menuntun kehidupan di akhirat. Menghafal Al-Qur’an dan selalu memegang teguh keimanan Islam merupakan jaminan umat Muslim untuk lebih dekat dengan Allah SWT.

TEKS/FOTO : OKEZONE.COM (Vitri)

LEAVE A REPLY