BMH Perwakilan Sulawesi Barat (Sulbar) membangun asrama untuk para santri yatim-dhuafa penghafal Alquran di Dusun Palasari.

KabarSANTRI | PASANGKAYU — Menyambut Ramadhan 1441 H, nuansa kegembiraan penuh harap menyelimuti kehidupan pengurus dan para santri pesantren yatim-dhuafa penghafal Alquran di Dusun Palasari, Desa Motu, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat.

Sulawesi Barat, Rahmat Wijaya, dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Senin  (6/4).

Ia menambahkan, asrama ini nanti akan dihuni oleh 140 santri dengan rincian 65 santri putra dan 75 santri putri. Para santri berasal dari desa-desa di Sulawesi Barat, sebagian adalah putra-putri warga transmigrasi.

“Kalau melihat semangat belajar dan antusiasme Ramadhan di asrama baru, rasanya ingin segera menuntaskan pembangunan ini. Maka ini kami berusaha mengebut pengerjaannya dengan baik. Semoga sebelum Ramadhan benar-benar dapat ditempati oleh adik-adik santri di sini. Karena asrama yang lama juga sudah kian buruk kondisinya,” jelas Dai Tangguh BMH yang juga pengasuh pesantren,  Ustaz Gunawan.

Pria asli Tompo Bulu, Gowa, Sulsel itu pun mengucapkan terima   kasih kepada BMH dan segenap donatur.

“Kami sampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada BMH dan segenap donatur yang setia mendukung program kami di sini. Insya Allah sedekah dan amal jariyahnya akan bernilai besar. Sebab,  di sini anak-anak yatim-dhuafa, bahkan yatim piatu ada yang tinggal di pesantren dan terus belajar Alquran. Semoga Allah berikan balasan terbaik,” ungkapnya.**

TEKS/FOTO : ROL

loading…


LEAVE A REPLY