FOTO BERSAMA -- Peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Mengaji di Desa Tanah Abang Utara, Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Senin (23/12/2019) foto bersama usai acara. (Foto.Dok.Panpel)

Pimpinan Ponpes Tahfidz Rahmat Palembang, Ustadz Imron Supriyadi, S.Ag, M.Hum, untuk kali kedua menjadi pembicara pada Bimbingan Teknis Guru Mengaji di Kabupaten PALI, yang digelar KNPI Kabupaten PALI. Sebelumnya hal serupa juga dilakukan tahun 2018 di Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, dibuka Bupati PALI, Ir H Heri Amalindo, MM


KabarSANTRI | PALI  – Menjadi Guru mengaji merupakan pekerjaan mulia. Para ustadz dan Ustadzah tidak perlu kecil hati dengan pandangan sinis sebagian orang terhadap guru mengaji.

“Terserah orang akan pandang sinis pada kita, tetapi di mata Allah, kita Insya Allah akan dimuliakan. Sebab guru ngaji adalah orang yang mengajarkan ayat-ayat Allah. Sebab sebaik-baik orang yang bisa mengaji, adalah orang yang mengajarkannya kembali kepada yang lain. Jadi yakinlah, memilih menjadi guru mengaji pilihan tepat, berkahnya dunia dan akhirat,” ujar Ustadz Imron Supriyadi, S.Ag, M. Hum, Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Rahmat Palembang, saat memberi materi pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Mengaji di Desa Tanah Abang Utara, Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Senin (23/12/2019).



Lebih lanjut, alumnus Institut Agama Islam Negeri Raden Fatah Palembang tahun 1998 ini mengatakan, menjadi guru mengaji bukan hal sepele. Sebab dalam kesehrainnya selalu dihadapkan tantangan berat, terutama mengatasi sikap dan mental sebagian wali santri yang acap kali tidak peduli terhadap anak-anaknya. Ditambah lagi dengan ragam watak setiap santri yang berbeda-beda.

Baco Jugo Berita Sebelumnyo :
TINGKATKAN KUALITAS GURU NGAJI, PALI GELAR BIMTEK USTADZ-USTADZAH


Hal itu disampaikan Imron, terkait dengan pengalamannya menjadi guru mengaji sejak tahun 1991 yang kala itu masih di Kota Lahat Sumatera Selatan. Imron yang juga, wartawan senior di Sumsel ini menegaskan, dalam kenyataannya tidak sedikit sebagian wali santri yang tidak tahu menahu dengan anak-anak yang mengaji.


BIMTEK — Bupati PALI, Ir H Heri Amalindo, MM, dengan para narasumber, Ustad Imron Supriyadi, S.Ag M.Hum, Pimpinan Ponpes Tahfidz Rahmat Palembang (jas hitam), Ustad Abdul Rahman, S.Ag, Mudir Ponpes Tahfidz Kiai Marogan Palembang (peci putih), dan Ketua DPD KNPI PALI, Anasrul., S.Pd.I (jas biru KNPI) dan jajarannya lainnya di Bimtek angkatan pertama di Kec. Talang Ubi, Kab. PALI (Foto.Dok.KSOL)


Tidak peduli, menurut suami dari Pustrini Hayati, S.Pd.I ini, diantara wali santri tidak ikut memberi motivasi kepada anak-anaknya untuk mengaji. Akibatnya anak yang mengaji tanpa dorongan orang tuanya, menjadi santri yang semaunya, kadang mengaji kadang tidak mengaji.

Menurut Alumnus Ponpes Islam Assalam Surakarta ini, persoalan ini sudah menjadi masalah klasik. Sejak dulu sampai sekarang, diantara wali santri ada yang kurang ada peduli terhadap anaknya sendiri. Tidak sedikit santri yang mengaji karena ikut-ikutan temannya. Akibatnya, santri itu mengaji semaunya, karena tidak ada dorongan dari orang tuanya.

“Ibu dan bapak guru mengaji tidak perlu gelisah dan risau dengan  kenyataan itu. Sebab sikap sebagian wali yang demikian sudah lama terjadi. Intinya, kita sebagai guru mengaji terus mendorong dan mengajari santri mengaji, sebab itu tugas kita. Kalaupun memungkinkan, bisa juga dilakukan pertemuan satu bulan sekali dengan wali santri. Jelaskan pada mereka tentang pentingnya peran aktif orang tua terhadap anak-anaknya,” ujar Imron, yang juga Pengelola Majalah Anak “Superkidz” Palembang.

Pelaksanaan Bimtek yang diikuti 75 guru mengaji di Kecamatan Tanah Abang diselenggarakan DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) PALI untuk meningkatkan pengetahuan dan menambah wawasan guru mengaji. Kegiatan dipusatkan di Masjid At-Taqwa Desa Tanah Abang Utara, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI

Pada kesempatan itu, Ketua KNPI Kabupaten PALI, M Anasrul, S.Pd.I menjelaskan, sebagai penghimpun organisasi kepemudaan, pihaknya berusaha untuk terus membantu pembangunan pemerintah baik itu dibidang SDM maupun pembangunan lainnya.

“Ini merupakan salah satu program pemerintah, yakni bidang agama dan ini merupakan kali kedua kami menggelar kegiatan yang sama. Sebelumnya kita lakukan di Kecamatan Talang Ubi,” kata Anasrul didampingi Sekretaris KNPI Kabupaten PALI Beni Setiawan ST.

Anas berharap, para guru ngaji agar dapat menciptakan regenerasi yang berahlak mulia, serta dapat menciptakan pemimpin-pemimpin yang amanah di masa mendatang.

Selain itu, dalam kesempatan itu pula. Anas menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati PALI, H. Heri Amalindo yang selalu mendukung dan memberikan perhatian kepada kegiatan kepemudaan sehingga program KNPI PALI bisa terlaksana.

“Tentunya kegiatan ini tidak akan terlaksana tanpa dukungan dan perhatian dari Bupati PALI. Mari kita berdoa bersama agar Pak Bupati diberikan kesehatan untuk bisa melanjutkan pembangunan di Bumi Serepat Serasan,” harapnya.

Terpisah, Ketua Panitia Pelasana, Asep Welyamza, SP.d menjelaskan kegiatan ini totalnya diikuti 325 guru mengaji yang berasal dari, Kecamatan Talang ubi dan akan dilanjutkan dengan empat Kecamatan lainnya di Kabupatrn PALI, termasuk di Kecamatan Tanah Abang.

“Peserta di Tanah Abang yang berjumlah 75 guru ngaji ini, merupakan tahapan kedua yang sebelumnya bimtek di Kecamatan Talang Ubi. Dengan adanya kegiatan ini, semoga SDM guru ngaji di kabupaten lebih berkembang lagi, dan mampu melahirkan qori-qoriah agar terciptalah PALI Serasi Nia yang Cemerlang,” tegasnya.

Kegiatan yang dibuka Camat Tanah Abang, diwakili Sekretaris Camat Sutrisno, dihadiri Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tanah Abang, Anang Ruhiyat, Jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Tanah Abang, serta Polsek Tanah Abang.

Bimtek duakali

DPD KNPI Kabupaten PALI, sebelumnya juga sudah menggelar Bimtek serupa di Kecamatan Talag Ubi, (20/11/2019), bertempat di Masjid Syuhada, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

Bimtek tahun sebelumnya (2018), dibuka Bupati PALI, Ir H Heri Amalindo, MM dengan tiga narasumber, yaitu Ustad Imron Supriyadi, S.Ag M.Hum, Pimpinan Ponpes Tahfidz Rahmat Palembang, Ustad Abdul Rahman, S.Ag, Mudir Ponpes Tahfidz Kiai Marogan Palembang dan Ustadz Fadri, S,.Pd M.Si, Ketua DPD BKPRMI PALI.**

TEKS : AHMAD MAULANA    I    FOTO  :  DOK.PANPEL

LEAVE A REPLY