KabarSANTRI  I  Sabang — Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sabang, Provinsi Aceh, Marzuki, menyatakan, santri merupakan generasi penerus bangsa karena sudah ditanamkan dalam dirinya untuk hidup berbangsa dan bernegara.

“Santri merupakan generasi melenial penerus masa depan bangsa yang memiliki pemahaman agama serta berjiwa mandiri,” katanya, di Kota Sabang, Selasa.

Pernyataan ini disampaikannya pada acara peringatan Hari Santri Nasional 2018 dirangkai dengan zikir dan doa bersama di Masjid Agung Babaussalam, Kota Sabang.

Zikir dan doa bersama yang dipimpin Ustad Bardi Akarta itu dihadiri ratusan santri dari pondok pesantren setempat dan unsur Forkompinda se Kota Sabang berlangsung khidmat.

Ia menyampaikan, ulama dan santri memiliki andil yang besar dalam memerdekakan Republik Indonesia dari segala bentuk penjajahan dan kemudian bersatu dalam bingkai NKRI.

“Kami berharap kedepan peringatan Hari Santri dapat diperingati dengan upacara seperti hari-hari besar lainnya,” katanya.

Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesra Setda Kota Sabang, Andri Nourman menyatakan, di era globalisasi para santri harus diberikan pemahaman agama yang lebih agar mampu menggunakan teknologi dengan tepat.
“Di era globalisasi ini santri perlu pendidikan ekstra terkait pemahaman ilmu agama agar tidak terpengaruhi dari penyalahgunaan teknologi,” ujarnya.

Peringatan Hari Santri, kata dia harus dimaknai secara khusus karena lulusan pondok pesantren sudah dibekali ilmu agama.

TEKS : JURNAL SUMATERA/Anjas   I  FOTO : GOOGLE IMAGE

LEAVE A REPLY