KabarSANTRI   I  PALEMBANG — Untuk mendorong generasi madrasah semakin kuat dalam menghafal Alquran, kini provinsi Sumsel telah memiliki rumah Tahfidz sendiri yang menjadi induk setiap madrasah di Sumsel.

Rumah Tahfidz yang bernama Ash Sholihin ini dibangun di Halaman Gedung PSBB MAN 3 Palembang sebagai wadah bagi pembinaan para Hafidz/dzah yang belajar di madrasah maupun umum.

Kakanwil Kemenag Sumsel HM. Alfajri Zabidi mengatakan, Rumah Tahfiz Ash Sholihin didirikan sebagai upaya mendidik siswa madrasah agar memiliki keahlian membaca dan menghafal Alquran serta ilmu pengetahuan keislaman, sehingga terwujud generasi penghafal Quran.

“Pembentukan rumah tahfiz menjadi salah satu upaya strategis untuk menangkal dampak negatif dari globalisasi yakni terjadinya dekadensi moral di kalangan remaja,” ujarnya dalam acara launching Rumah Tahfiz Ash Sholihin, Binaan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sumsel di Halaman Gedung PSBB MAN 3 Palembang, Senin (15/10/2018).

Maka itu pihaknya bersyukur karena gagasan mendirikan rumah tahfiz akhirnya terwujud. Diawali dari Kota Palembang hingga sekarang sudah menjadi ciri khas bagi seluruh madrasah se-Sumsel, khusunya madrasah negeri.

“Jadi ini rumahnya bagi seluruh Madrasah. Mulai dari tingkat ibtidaiyah, tsanawiyah, hingga aliyah. Saat ini jumlah siswa tahfiz di madrasah se-Sumsel mencapai angka 15.023 siswa,” jelasnya.

Melihat animo yang begitu besar dan perkembangan yang begitu pesat, lanjut Fajri, Kemenag Sumsel melakukan inovasi dengan menjalin kerjasama dengan Pesantren Tahfiz Miftahul Huda di Wonosobo.

Dengan kerja bersama, mandiri, dan tanggung jawab, akhirnya berdirilah Rumah Tahfiz Ash Sholihin ini.

“Alhamdulilah dalam peresmian ini juga hadir KH. Abdullah Ma’sum dari Pesantren Miftahul Huda dan Yulia Sri Lathifah al Hafizah selaku Ketua Karantina Hafal Quran Sebulan. Mudah-mudahan kerjasama ini menjadi berkah kebaikan bagi kita semua,” ungkapnya.

Menurutnya, pendirian rumah tahfiz juga sejalan dengan program dan cita-cita Pemprov Sumsel yang akan mendirikan rumah tahfiz di setiap desa di Sumsel.

Baca: Sukses Jadi Terkenal, Inilah Seleb dengan Bayaran Syuting Termahal, Ada yang Sampai Rp 250 Juta

“Kita berharap, keberadaan Rumah Tahfiz Ash Sholihin dapat mendorong tumbuhnya rumah-rumah tahfiz di setiap lembaga pendidikan, termasuk SD, SMP, dan SMA. Kami dari Kemenag Sumsel siap menjadi mentor apabila lembaga pendidikan SD, SMP, dan SMA ingin mendirikan rumah tahfiz,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H. Herman Deru yang hadir dalam acara peresmian Rumah Tahfiz Ash Sholihin ini mengatakan, pencegahan yang efektif kenakalan remaja dan masyarakat melalui jalur Agama salah satunya pendirian Rumah Tahfizh ini.

“Saya sangat mengapresiasi ide- ide brilian dalam memajukan masyarakat Sumatera Selatan, terutama dalam pembinaan keagamaan dan pencegahan narkoba, kerusakan di masyarakat,” kata Deru.

TEKS : TRIBUNSUMSEL.COM

LEAVE A REPLY