KabarSantri — SUNGGUMINASA – Gowa kini memiliki sekolah tahfidz. Lokasinya di Dusun Bollangi, Desa Timbuseng, Kecamatan Pattalasang.

Pondok Tahfidz Ashabul Jannah Pesantren Hidayatullah ini diresmikan oleh Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Selasa (2/10/2018).

Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah, Mustakim, menjelaskan pondok Tahfidz ini mulai dibangun tahun lalu dengan bantuan Pemkab Gowa.

“Kami ingin mencetak hafidz dan pendakwah satu orang di masing masing dusun. Sampai saat ini jumlah hafidz disini baru berjumlah 40 orang dan saya menargetkan mencapai 1.000 hafidz,” ujarnya.

Untuk membawa pondok tahfidz ini lebih baik, Mustakim sampai mengajak beberapa pengurus dan pengajar S1 hingga S3.

“Para pengajar itu bahkan rela meninggalkan kerjaannya yang lebih baik untuk bersama merintis pondok tahfidz ini agar bisa lebih berkembang,” ujarnya lagi.

Meski dibangun diatas perbukitan Pattalasang, namun kendala saat ini adalah air yang sulit diakses.

Terutama untuk mandi. Sehingga membuat para santri harus keluar pondok untuk mandi.

Selebihnya, Mustakim mengaku sangat berterima kasih atas segala bantuan yang diberikan oleh Pemkab Gowa.

Sementara itu Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengaku berbangga dengan dibangunnya pondok tahfidz didaerahnya.

Baginya daerah yang baik harus didukung dengan sumber daya manusia yang baik.

“Membangun SDM yang baik tentu harus berlandaskan dengan ilmu yang baik. Oleh karena itu kalau kita ingin melihat kemajuan suatu daerah maka liat pendidikannya, maka liat SDM nya. Kalau SDMnya makin baik maka yakin daerah tersebut akan maju dan sekarang pendidikan ilmu itu harus berbanding lurus dengan ilmu agama dan sekarang pendidikan karakter harus menjadi prioritas kita bersama,” katanya.

Dia mencontohkan di negara maju yang menjadi referensi dunia, para orangtua lebih takut anak mereka tidak tahu budaya antri dibandingkan menulis, membaca dan berhitung.

Olehnya dia mengungkapkan jika pembentukan karakter sudah harus ditanamkan sejak dini. Barulah diajarkan membaca dan berhitung.

“Makanya saya sangat senang kalau ada pesantren, ada sekolah yang lebih memprioritaskan pendidikan karakter. Saya berharap dengan adanya Pesantren Hidayatullah anak anak kita ini bisa menjadi hafidz dan pendakwah di Kabupaten Gowa untuk memperjuangkan agama kita,” katanya.

Keseriusan Adnan diperlihatkan dengan selalu bertemu dengan pimpinan pondok. Untuk mengetahui bagaimana progres pembangunannya.

“Setiap dua bulan saya pasti ketemu dengan pimpinan pondok. Saya selalu monitor. Itulah tahun lalu saya sumbang Rp 150 juta untuk pembangunan pondok ini. Insya Allah tahun depan saya akan menyumbang lagi,” ujarnya.

TEKS / FOTO : http://makassar.tribunnews.com

LEAVE A REPLY